Sabtu, 14 Januari 2012

Perempuan tabah itu .. Ibu

   Melihat sosoknya malam itu bikin gue tau apa arti hidup sebenarnya, lelah sebenarnya, ikhlas sebenarnya, dan tabah sebenarnya,dan itu semua apa adanya . Ibu lagi nyetrika baju seragam sekolah gue, peluh bercucuran di pelipisnya yang sudah agak mengeriput itu . Padahal sebetulnya gue cukup mahir dalam hal menyetrika baju, tapi entah mengapa keinginan gue untuk sekedar menonton tv itu lebih besar di banding hanya menyetrika baju seragam sekolah gue sendiri . Dan durhakanya, gue tetap menonton tv .
   Ibu gue hanya seorang karyawati yang bekerja dari senin sampai sabtu, dari jam tujuh pagi sampai jam lima sore , setelah itu dilanjutkan "bekerja" meneruskan usaha keluarga yang ditekuni keluarga gue sejak tiga tahun yang lalu . Jam sepuluh malam Ibu menutup dagangan nya dan melanjutkan untuk tidur .
Ibu , mata nya lelap, menutup keheningan malam ini , menutup segala lelah yang akan ia lakukan lagi besok,dan seterusnya .
  Ibu kuat , walau sudah lebih dari tiga belas tahun ditinggal oleh pendamping setianya , ayahku . Ibu kuat, menjadi ibu,ayah,dan sahabat untuk ku . Ibu gak pernah berkata "menyerah" .
Ibu mengerti semua yang aku rasakan, tapi aku tidak selalu mengerti apa yang Ibu rasakan .
Ibu menutupi semuanya dalam senyumnya yang selalu tergugus indah di wajahnya .
Ayah, terimakasih telah memilih Ibu sebagai pendamping hidupmu yang kini menjadi pelindung hidupku .
Ayah, mungkin kau melihat dari atas sana, melihat wajah kami yang selalu merindukanmu .
Ayah, kita pasti bertemu di firdaus yang indah itu .
   Ibu Ibu Ibu Ayah , Aku mencintai kalian :)
Mungkin sulit untuk mengungkapkan ini langsung di depanmu bu, Aku mencintaimu :)

0 komentar:

Poskan Komentar